Friday, November 9, 2007

right time, right place, & waiting a right momment

Mengatur waktu mengukur tenaga.
Jika sudah saatnya dia akan tiba.
Ngga ada yang dipaksakan.
Semua akan menjadi…

Gwa salut dengan perkataan itu. Semua begitu tenang dan santun, apalagi diucapkan oleh seseorang kasta yang begitu bijak. Oleh seseorang yang seharusnya marah karena apa yang telah gwa janjikan belum kelar gwa kerjakan. Dalam sebuah reputasi bisnis yang sedang gwa kembangkan, gwa malah melakukan kesalahan. Yah mengecewakan seorang client. sebenarnya dia lebih aku anggap sebagai kakak atau bahkan guru, karena dia sepantasnya untuk itu. Biasanya untuk menghindari kemarahan client, gwa selalu memakai kata Sorry. Terbukti hal itu ampuh. Hanya dalam kasus ini, hal itu ngga berlaku. Gwa diminta untuk membantu menerbitkan sebuah buku, kebetulan sang penulis ingin membuat penerbitan sendiri di kota kecil di bagian timur Indonesia. Sebuah usaha gila dalam kaca mata pemikiran bisnis, apalagi gwa hanyalah seorang designer media. Kalo majalah mungkin biasa, tapi buku?.
But Its OK. Gwa susu rencana kerja dan semua berjalan sampai saat naik cetak gwa kena masalah.
Its personal problem. Kerjaan ngga jalan sampai 2 minggu. Gwa merasa malas untuk melakukan sesuatu.
Tiba2 SMS datang, dan sebuah pertanyaan tentang persiapan buku tersebut dampai dimana? Maaf, tinggal naik cetak. Seminggu kemudian SMS dengan pertanyaan yg sama juga datang dari nomor yang sama. Kali ini gwa ngga bisa ngelak dengan alasan yg sama. Karena semua telah direncanakan dan dianggarkan dari sana. Kali ini gwa diam! haruskah gwa bilang Sorry lagi. kayaknya itu ngga mungkin. Tapi tanpa gwa menjawab, dia mengirim satu lagi pesan tambahan.

jangan kwatir, soal ketelatan itu,
mungkin bunga itu ingin tumbuh sesuai dengan waktunya.

Tuaji …….

Posted by dayu.cute at 02:13:08
Comments

One Response to “right time, right place, & waiting a right momment”

Leave a Reply