Friday, November 9, 2007

Menjaga kemungkinan kemungkinan

Setiap prediksi ke depannya sepertinya tampak begitu jelas bagi orang yang terbiasa dengan mengatur jadwal hidupnya. Menjaga kemungkinan berarti mempersiapkan diri lebih awal, berarti mebuat sebuah rumusan masalah dari sebuah sebab yang dilakukan saat ini.

Akan tetapi yang tersulit adalah merumuskan solusi dari masalah tadi. Seperti yang sedang gwa alami, bahwa msalah memang bukan sebuh persoalan yang berpengaruh dari sebuah sebab tindakan semata, tatapi ada wilayah lain yang nampaknya tidak berhubungan. Seperti kedewasan kita misalnya, dalam hal ini gwa masih merasa sangat mentah. Gwa sadar bahwa umur seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan, karena saya mengalaminya saat ini.

Untuk mengatasi persoalan lain ini, biasanya berhubungan mental dan pengalaman eseorang - alias jam kerja. Sehebat apapun kita dalam mewujudkan ide gagasan kita, dia akan diuji materikan oleh yang namanya persoalan. Seberapa berhasil orang itu tergantung atas cara pandang mereka.

Dalam kasus ini gwa sedang kalah.
Tapi pertempuan belum berakhir, dan peluang untuk memperbaiki diri masih ada. kemenangan bisa dicapai kedepannya. Gwa sadar bahwa kekalahan saat ini terjadi hanya karena keinginan untuk melarikan diri dari persoalan. Hal lain yang dipakai sebagai pembenaran hanyalah goa kecil yang sempit yang tidak akan mampu menyembunyikan
kita dari masalah tadi.

Dan kini gwa harus berpikir ulang apakah ini sebuah kekalahan awal yang nantinya akan menjadi rentetan kekalahan lainnya? ataukah akan menjadi titik balik dari proses menuju kemenangan tersebut? Atau justru malah, ini adalah bagian akhir dari pertempuran itu sendiri?

Berpikir untuk menang dengan menjaga kemungkinan-kemungkinan.

Posted by dayu.cute in 01:29:59
Comments

Leave a Reply