kali ini gw posting tulisan teman gw.
mungkin karena dia pengen ngasih spirit aja
karana gw lama ngga posting lagi
..makasih aja deh buat kedaikebun!!
Menjadi bebal karena terkenal terkadang sering
membungkus peringai seseorang.
Setidaknya itu menjadi sebuah pengalaman imajiner yang terlihat tampak nyata dalam megahnya dunia chatting virtual. Kita berharap terjebak disana, lalu berlama-lama disana, dan kita pura-pura tidak berdaya, kita lelah namun kita tetap tidak mau menyerah, hingga tanpa disadari ada sesosok individu berlawan jenis membangunkan kita untuk tetap terjaga dan berkata bahwa diri kita bukan kita. bahwa kita hanya sajian dari keinginan dari orang-orang di sekeliling kita.
Selasa malam, tanpa ada maksud untuk menghabiskan malam yang terbiasa dengan bergadang, tentu berhubungan dengan seseorang melalui relay internet adalah keisengan yang mengasyikkan. Bercanda, mengoda, memuji, memaki, atau bahkan mecurahkan segenap rasa adalah hal yang sangat biasa dalam obrolan itu. Bahkan mungkin tampak begitu manusiawi. Curahan segenap rasa itu akhirnya membentuk kita dalam sebuah nick. Sebuah nama samaran yang dirasa bisa menembatani diri kita dan keinginan kawan-kawan kita. sebuah karakterisasi percakapan.
sebuah percakapan virtual yang terlihat seperti komunikasi asing kadang-kadang malah membuat daya tarik dunia chat menjadi semakin menarik. saya tidak akan mengaris-bawahi obrolan yang bermula pada tema “x” dalam obrolan tersebut. meski tidak dipungkiri bahwa kebanyakan akhir dari semua itu, selalu berujung pada hal tersebut. setidaknya itu tidak terjadi pada diri saya dan semoga tidak mengarah pada dia. Seksual selalu menarik dan saya selalu tidak tertarik. paling tidak sampai saat ini.
Mengenai chat selasa malam, tidak diawali dengan tema tersebut. pun tidak diakhiri dengan tema tersebut. tapi apa yang menari dari obrolan selasa malam dengan tema seksual?
saya tidak berharap bahwa ini adalah rekayasa kehidupan nyata yang bisa dikontruksi dan diejawantahkan dalam percakapan virtual. Saya hanya berharap ini menjadi suatu kenyataan yang memang disandarkan dari sebuah pengalaman virtual, sebuah pengalaman yang berawal dari obrolan selasa malam. Saya memperkenalkan menjadi kedaikebun dan dia menjadi satukosongdelapan sebuah nick yang bahkan dirikita sendiri pun tidak akan mepermasalahkan keberadaan kita. Kita hanya sadar bahwa nick tersebut adalah sebuah identitas yang paling mendekati pribadi dan ego kita. Setidaknya menjadi bagunan karakter yang diharapkan mampu mewakili diri kita dan kedaikebun memang menjadi sesosok peran yang begitu fasih dan sempurna yang saya perankan dalam pertunjukan maya ini. meski saya sadar bahwa harapan karakter yang saya bangun pada nick kedaikebun sangat bertolak belakang dengan pribadi nyata saya.
Kedaikebun adalah sebuah sosok yang begitu sempurna menjalani dirinya sebagai seorang maskulin. begitu keras dalam besikap mengadapi sosok feminim, hingga dimata lainnya lawannya kedaikebun adalah batu karang (meski pesan itu hanyalah kesan yang coba di pamerkan dalam tulisan ini). Tapi satukosongdelapan adalah sosok yang dikenal oleh kedai sebagai wali dari si mBro -dan tidak akan ditulikan detil disini-.
back to the topic, tentang masalah peringai dalam karakterisasi diri dan obrolan selasa malam, ada sebuah hal yang sekiranya menjadi peristiwa yang paling tidak menyadarkan saya bahwa apapun dan bagaimanapun mayanya bentuk dari sebuah keisengan relationship pasti akan berujung pada wilayah nyata yang sebenarnya. sebuah hubungan yang akan mempertemukan kita dengan mereka, mempertemukan aku yang satu dengan aku yang lain, mempertemukan kamu yang satu dengan kamu yang lain, mempertemukan individu-individu yang memang tidak dipungkiri bahwa dia adalah sosok humanbeing.
Nick tidak lagi menjadi wilayah dominan yang bakal akan menutupi siapa diri kita, yang bakal akan membiaskan seperti apa peringai kita yang sebenarnya. kita tetap akan tidak mampu menyembunyikan siapa diri kita dan seperti apa pribadi kita ketika kita merasa bahwa wilayah virtual hanya sebuah media, hanya sebuah jembatan penghubung dari sebuah komunikasi yang dilakukan oleh individu-individu yang nyata.
tanpa disadari kita akan mengungkapkan secara spontanitas siapa diri kita kepada lawan bicara kita adalah sebuah naluri alamiah. mengutip freud, dalam teorinya bahwa psikologi identitas dalah sebuah dorongan alamiah yang harus diperlihatkan pada orang lain, apalagi dalam sebuah kompetisi eksistensi. Wilayah spontan menjadi bagian yang dominan. Hal tersebut dikarenakan karakterisasi adalah ahasil dari sebuah pengalaman kognitif yang makin lama makin membekas hinga menjadi pengalaman bahwa sadar. Hal tersebut yang kemudian terangkum dalam sebuah kebiasaan diri dan melembaga dalam aktivitas sosial yang kemudian kita sebut dengan kebudayaan.
Nah hal tersebut terjadi pada diri saya. Ketika saya mulai merasa nyaman menjadi kedaikebun, saya begitu gampang berkomunikasi dengan sosok satukosongdelapan yang saya pun juga mulai mampu membaca karakter dalam nick yang dihadirkan.
saya mulai bercanda memperbincangkan seorang perempuan seakan-akan saya tidak bakal tergoyahkan olehnya. saya mulai menyukai dan membencinya dalam sebuah kata-kata virtual tanpa saya berpikir saya akan tergoda olehnya. Saya mulai menghina satukosongdelapan sebagai perempauan. Dan saya menang, dan saya semakin nyaman, dan saya semakin terkenal dalam kedakebun.
kedaikebun adalah sosok laki-laki…….!!!!